Monday, May 14, 2012

Senyum


Kali ini ijinkan saya mencantum puisi indah dari penulis Teguh Puja. Diambil dari blognya




Senyum


Untukmu yang tak lagi bisa kulihat senyumnya.
Untukmu yang tak lagi hadir dalam ruang dan jarak yang menjangkau kita untuk bersama.
Aku tersenyum.

Begitu lembut ketika membaca setiap rasa yang kau bagi dalam ‘ruang’ yang kau buat sendiri di ‘dunia’mu itu, sesuatu yang sederhana, namun begitu manis kurasakan. Aku memang tidak bisa sekali pun menggapaimu dalam ruang yang sama, meski begitu, dengan keistimewaanmu kamu tetap izinkan lagi sesosok hangat dirimu dalam pikiranku. Mengingatkanku tentang hangat dan cerianya wajahmu. Mengingatkanku tentang senja yang pernah kita habiskan bersama.

Kamu tahu,  satu kali kita pernah berjanji untuk tetap menyambung kasih itu dengan cara apa pun yang kita bisa lakukan.
Bukan dalam bentuk sebuah pesan singkat yang mungkin kita lakukan untuk sekedar memberi tahu masing-masing keadaan kita. Tapi dengan tetap memberikan ‘rasa’ itu dalam ‘ruang’ yang sama-sama kita sudah sepakati sebelumnya.

Menulislah dan tetap menulis. Dan kita akan tetap saling mengetahui. Meski kita berada dalam jarak yang sangat jauh. Meski kita berada dalam tempat yang tidak lagi sanggup kita jangkau.
Untukmu yang tak lagi bisa kulihat senyumnya.

Ada banyak hal yang ingin kubagi kepadamu. Tentang segala sesuatu yang kini sedang kukerjakan dan tentang betapa bersemangatnya aku menjalani detik per detiknya. Benar katamu, satu hari kita mungkin akan benar-benar merindu satu sama lainnya, meski segala sesuatu yang ada di dunia ini hadir melengkapi perjalanan yang kujalani sekarang.
Untukmu yang sungguh kurindukan.

Adalah memang benar ia, spasi yang menjelma ‘jarak’, adalah teman yang baik. Pelan-pelan aku tahu, jarak mengajari kita, bahwa sesuatu yang indah akan tetap indah, baik ketika dilihat dari jauh maupun ketika dilihat dari dekat. Pelan-pelan aku sadar, jarak mengajari kita untuk melihat segala sesuatunya utuh, memaknai segala sesuatunya dengan tepat, dan mengajarkanku untuk memutuskan sesuatu atas pertimbangan yang matang. ‘Jarak’ mengajarkan kita ketabahan. Mengajari kita agar kita tetap dewasa memaknai hari.

Mengingatkan lagi kepada kita tentang arti tanggung jawab. Mengingatkan lagi kepada kita tentang arti saling merindu.
Untukmu yang kini hadir. Dengan ‘keistimewaan’mu.
Aku tahu kamu akan selalu ada. Dengan caramu. Selalu begitu.

Thursday, May 10, 2012

......Angan





Siapa kamu? Berhentilah diam. Ada aku disini. Tuhan, tolong bangunkan.

Iya aku bisa membayangkan hebatnya perasaan cintamu.
Menujumu saja butuh ribuan liku
Dan aku sudah sedemikian haus

Bukannya aku malas mencari. Tapi arah mana kamu berlari?
Tuhan masih hening, impianku terbaring...

Apakah kamu tidak berpikir? Bahwa aku lelah meraba wajahmu dalam imajinasi
Tuhan Maha Penyingkap Tabir


Penantian ini menjemukan.. Serasa mati jiwa tak bercanda

mysign

Monday, March 19, 2012

Belahan Jiwa : sebuah teori imaginasi

Saya tersenyum. Mengingat kelakuan saya yang tidak dewasa terhadap Tuhan.

Dulu. Saya pernah berusaha mencari belahan jiwa. Toh, katanya tidak akan dapat jika tidak berusaha. Sampai saya memaksa membuka telapak tangan Tuhan hanya sekedar mengintip,

"siapa sih belahan jiwa saya?"
"Dilempar dimana dirinya? sejauh apa?"
"Kenapa belum bertandang juga? tersesat dimana?"
"Seharusnya Tuhan mengukir nama saya beserta alamat di tulang rusuknya"

Sabar. Cuman itu pinta Tuhan.

Ternyata. Ketika saya jengah untuk mencari. Dia datang begitu saja. Bukan dari langit. Entah darimana. Saya pun tidak menyadari.

Ini sebuah hadiah kejutan dari Tuhan. Sebuah hadiah yang datang ketika saya justru sedang tidak menantinya. Perasaannya jauh lebih bahagia. Karena Tuhan punya waktuNya sendiri untuk menghantarkannya pada saya.

Mungkin kesalahan saya dulu. Terlalu memaksa untuk membuka telapak tangan Tuhan. Seharusnya, justru hati saya yang harus saya taruh diatas telapak tanganNya. Karena hanya DIA yang Maha Tahu mau diletakkan di makhluk tuhan yang mana hati saya ini.


mysign

Tuesday, February 21, 2012

Sebuah Permulaan: Kisah Baru



Dear Diary,

Sebelum saya mengundang dia untuk berbagi cerita kehidupan di suatu senja, saya menanyakan segenap asa kepada Tuhan. Karena semuanya bukan terserah saya.

Apakah dia yang selama ini dalam genggaman tangan Tuhan?.

Perasaan itu berbeda. Sebuah dimensi lain tentang rasa kasih sayang. Ini bukan tentang perasaan cinta yang berkorbar begitu liar melebihi si pemilik raganya. Bukan. bukan seperti itu.

Sederhana.

Karena Tuhan banyak berperan besar didalamnya. Semuanya mengalir secara mudah. Kita berdua tidak berusaha terlalu keras. Seakan-akan Tuhan memberikannya secara cuma-cuma.

Proses ini indah dengan disertai ketidaksempurnaanya.

Dulu, saya terjebak dalam raga pendongeng. Dimana semua cerita itu indah dengan kesempurnaannya. Ternyata, kesempurnaan itu tidak tersedia di dunia ini. Membuat saya belajar berpikir bahwa sedih senang tetap bersyukur.. toh roda hidup itu berputar.


Mungkin dulu saya tidak mengerti. Kenapa Tuhan tidak serta merta memberikan jalan lurus. Sekarang, saya mengerti. Saya mulai bisa menyambung titik demi titik dalam setiap momen yang terjadi dalam hidup.

Tuhan itu selalu punya rencana yang terbaik.

Walau rencanaNya itu diberikan dengan cara yang tidak enak. Seperti, kita harus disedihkan dahulu. Sebelum rencana pembahagiaan diberikan. Seperti juga, ketika Tuhan dengan sengaja mengirimkan orang-orang yang salah untuk kita terlebih dahulu. Orang-orang yang memang di "skenario" kan untuk menyakiti kita. Secara tidak langsung, Tuhan mempersiapkan kita sebagai pribadi yang kuat dan pantas untuk mendampingi dia yang terpilih.









mysign

Hello World, I'm back!!!

Dear diary...

Here I am again. Ready to speak my words so loud to the world. The joy is here. The pain is easing. But this life isnt it? where happiness and sadness always take the journey of life side by side.


My life is not perfect. Well, I've been getting wrong more times than I getting right.

It took me quite some time to realize that life doesnt always go according to plan. If plan A doesnt work, then moves to Plan B. thats why we have letter B to Z.



Be opened to any chance that coming. Cos the opportunity doesnt knock twice.

There is no coincidence in this world. Cos God doesnt play dice with the universe.

Dont lose faith. Dont lose hope. God is surely arranging something bigger than we already thought.

The problems in life are not getting any easier, but we just grow stronger.

with love, xoxo


mysign

Friday, September 9, 2011

Kala Sang Surya Terbenam

Aku duduk. Melihatmu dari bilik benak pikiran. Sedang apa kamu disana?. Masihkah meringkuh dalam senyap? Kerapuhanmu itu, menghisapku dalam duniamu. Dan aku pun mulai tertarik padamu.

Perasaan itu ada disini. Kusimpan rapat didekat saku bajuku. Dekat sekali dengan hatiku. Sungguh aneh. Padahal aku belum bertemu denganmu. Biarlah, toh memang perasaan diciptakan tak berlogis.

Kamu adalah pribadi dengan sejuta kebaikan. Bagaimana mungkin aku menolaknya? Tuhan mengangguk setuju. Tunggu aku, aku sedang mengumpulkan karma baik.

Tolong,

Celah dihatimu itu dibuka sedikit saja. Sebenarnya yang pantas bagimu tidak jauh dari dirimu. Lihatlah ke belakang. Ada aku. Disini.


Aku tidak akan melepaskanmu dalam untaian bait pertama doaku. Jauh dekat, aku tetap akan mengikutimu. Sehingga, jika suatu hari engkau terjatuh.. aku lah yang memastikan kamu akan berdiri kembali.

Masa lalu telah menyakitimu sedemikian hebatnya. jangan terus berpeluh dalam keterpurukan. Aku adalah masa depan yang menyembuhkan. Kekosongan itu bolehkah kutaruh beberapa bintang didalamnya? ingin ku melihat sinarnya

Bangunlah sesegera mungkin. Usah bergemuruh dengan duka. Kamu tidak bisa mencari bahagia tanpa menciptakannya sendiri.

Aku ingin kamu hidup kembali, agar nafasku tak tersedak.



~with a grace


mysign